Pendidikan

Anak Alami Disleksia, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Salah satu gangguan tumbuh kembang pada anak adalah disleksia atau keterlambatan dalam membaca dan menulis. Bagaimana cara mengatasinya agar anak kelak dapat mengimbangi teman seusianya?
  • 16 September 2023
  • admin
  • cara mengatasi
  • anak
  • disleksia

Disleksia merupakan gangguan tumbuh kembang pada anak, di mana bagian otak yang berfungsi dalam kecerdasan bahasa tidak optimal. 

Salah satu dari ciri anak yang mengalami gangguan membaca ini tentu saja kesulitan dalam membaca. Kemudian, mereka juga sering salah dalam mengidentifikasi beberaa huruf dan menulis terbalik.

Namun, jangan buru-buru memvonis anak Anda disleksia jika tidak diperiksa oleh dokter spesialis anak atau pun ahli tumbuh kembang. Mengapa? Beberapa anak prasekolah memang kesulitan belajar membaca karena hal lain, seperti tidak fokus, kurang mendapatkan rangsangan, dan kurang gizi.

Cara Mengatasi Anak yang Alami Disleksia

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya mengalami gangguan kesehatan dan tumbuh kembang. Namun, jika sudah terjadi, itu kondisi yang harus diterima.

Anak juga tidak mau 'berbeda' dengan teman-temannya. Anda yang harus berusaha menerima dan mengatasi. Ajak anak untuk terus menggali potensi diri agar kelak dapat hidup mandiri. 

Tokoh dunia, seperti Albert Einstein, Walt Disney, Pablo Picasco, hingga aktor Tom Cruise merupakan penyandang disleksia. Orang tua sangat besar andilnya dalam kesuksesan mereka.

Albert Einstein kecil dipulangkan kepada ibunya. Guru merasa tidak sanggup mengajarnya. Ibunya pun bertekad menjadikan anaknya orang sukses.

Albert Enstein belajar membaca dan menulis dari sang ibu hingga bisa dan akhirnya menjadi kutu buku. Dia menjadi fisikawan dunia terkenal sepanjang masa. Teori Relativitas yang ditemukannya masih digunakan hingga sekarang.

Disleksia memang tidak dapat disembuhkan. Otak yang mengalami kerusakan tidak bisa diganti. Namun, orang tua dapat mengatasi semua kekurangan dengan cara di bawah ini.

1. Menerima Semua Kekurangan dan Melejitkan Kelebihannya

Hal pertama yang harus dimiliki orang tua adalah menerima segala kekurangan anak. 

Ayah dan ibu harus memahami anak kesulitan dalam belajar membaca, bukan tidak bisa. Hanya saja lebih terlambat dibandingkan orang lain.

Temannya bisa membaca saat usia prasekolah, anak Anda mungkin baru di usia 10 tahun atau kelas 5 SD. 

Setelah menerima kekurangan, Anda harus tahu kelebihannya. Itu yang harus didukung dan diasah sehingga bisa melejit. Jika anak memang suka belajar IPA seperti Albert Einstein, beri dukungan kepada semua cita-citanya. Begitu pun jika dia ternyata lebih suka melukis seperti Pablo Picasco.

2. Ajak Anak Suka Membaca

Langkah kedua ini seharusnya sudah diterapkan ketika anak menginjak usia satu tahun. Tidak perlu menunggu ada vonis gangguan tumbuh kembang.

Anda dapat memulainya dengan buku sederhana yang penuh gambar. Di sini mereka akan belajar mengidentifikasi semua gambar yang dia baca, serta mengingat lambang-lambang yang dia lihat.

Selain itu, kesukaan membaca akan memotivasi balita terus belajar membaca meskipun dia mengalami kesulitan.

3. Mengenali Gaya Belajar Anak

Gaya belajar setiap anak berbeda-beda.

Ada anak yang bisa paham hanya dengan mendengar orang lain berbicara (audio). Lainnya bisa cepat belajar jika melihat gambar (visual). Bahkan, ada pula yang baru bisa enjoy jika dia mendengar dan melihat gambar sekaligus (audio visual).

Setelah mengenali gaya belajar anak, Anda dapat mengoptimalkannya di sisi itu. 

Anak yang suka melihat gambar, bisa diajak belajar dari buku-buku penuh gambar warna-warni. Bahkan, hurufnya juga besar dan berwarna. Saat menulis pun, orang tua harus menyediakan pensil warna-warni agar mereka cepat meniru.

Selain itu, belajar dengan media gadget, kartu-kartu membaca, dan lain-lain dapat dilaksanakan. Yang penting, khusus untuk gadget, Anda harus disiplin dengan waktu. Jangan sampai, anak kecanduan gadget dengan alasan belajar.

4. Sabar Mengulang

Pepatah alah bisa karena biasa berlaku dalam belajar. Anak yang dengan kecerdasan tinggi jika tidak diasah akan nol. Sebaliknya, ibarat pisau, anak yang mengalami gangguan pun lama-lama akan ingat jika teratur belajar dan sabar mengulang.

Anda harus sabar. Tinggalkan belajar saat ingin marah agar anak tidak trauma.

5. Kreatif dalam Mengajar

Satu hal yang harus orang tua usahakan dalam mengajar anak disleksia adalah kreatif dalam mengajar.

Ini penting agar anak tidak bosan dan   turun motivasinya saat sulit. 

Zaman kini mudah mencari ide belajar agar anak terangsang terus setiap hari. Media internet akan menyediakan berbagai alternatif yang dapat diikuti.

Mudahkah dalam mengatasi anak disleksia? Tentu saja tidak! Akan tetapi, Anda tidak akan menyesal dan melihat hasilnya. Anak akan bisa membaca dan lebih maju, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan yang normal. Jangan lupa jika ingin konsultasi tentang pendidikan anak, tahu tentang sekolah yang tepat, dan lain-lain, web ini akan memberikan solusi. Hubungi nomor kontak yang tersedia! ***

Chat Icon