Pendidikan

Belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS), Apa Dampaknya?

Siswa sekolah dasar sampai menengah sebentar lagi akan ujian. Sebagian besar dari mereka masih menerapkan belajar dengan sistem kebut semalam atau SKS. Apakah ada dampaknya?
  • 21 November 2023
  • admin
  • sistem kebut semalam
  • sks
  • belajar

Saat ujian menjelang, biasanya siswa sampai mahasiswa akan belajar giat. Namun, beberapa dari mereka justru santai dan menunggu hari ujian tiba alias belajar menggunakan sistem kebut semalam alias SKS.

Alasan mereka belajar dalam semalam adalah semua yang dipelajari sejak awal justru akan mudah dilupa. Sementara pelajaran yang baru dibaca malam harinya akan lebih diingat. 

Lainnya memilih SKS karena ada berbagai kesibukan. Mereka memilih menjalankan aktvitas lain dulu daripada meluangkan waktu untuk belajar.

Benarkan sistem tersebut dapat membuat nilai ujian lebih baik karena mudah ingat? Apa dampaknya?

Dampak Belajar dengan Sistem Kebut Semalam alias SKS

Namanya juga sistem kebut, pelaksanaannya berpacu dengan waktu. Jika materi yang akan dipelajari hanya sedikit tidak akan menjadi masalah. Bagaimana jika materi cukup banyak dan tidak terlalu dikuasai? 

Belajar cara ini akan berdampak secara fisik. Kamu memaksakan diri untuk belajar hingga larut malam. Dampak tersebut, antara lain sebagai berikut.

1. Gangguan Kesehatan

Untuk mengejar materi pelajaran atau menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline, terkadang kamu harus begadang hingga lebih dari tengah malam.

Tentu saja hal ini akan berdampak pada kesehatan. Tubuh akan lebih lelah keesokan harinya. Tidur hanya sebentar pun membuat badan tidak segar. Daya tahan tubuh menurun. Stres juga akan membebani, apalagi jika tidak semua materi berhasil dikuasai.

2. Gangguan Emosi

Dampak dari gangguan kesehatan, emosi pun akan mengalami gangguan. Kamu akan mudah marah pada sekeliling. 

Pagi yang tidak menyenangkan karena tubuh lelah akan mudah didapati. Padahal hari dimulai dari pagi. Jika kamu bangun dengan hati tenang, sepanjang hari semua akan pekerjaan akan lebih mudah, lancar, dan menyenangkan dijalani.

3. Kurang Konsentrasi

Konsentrasi saat ujian bisa jadi akan buyar. Ini mungkin terjadi karena tubuh kamu lelah, stres, emosi tidak stabil, dan mengantuk.

Yah, bagaimana bisa mengerjakan tugas dan ujian dengan baik kalau kamu mengantuk?

Kopi atau cara lain mungkin bisa membantu meredakan kantuk. Namun, minum secara berlebihan dalam waktu tertentu juga tidak baik. Semalaman kamu bisa saja belajar tetapi belum tentu di pagi hari kantuk bisa diatasi dengan baik.

4. Hasil Tidak Efektif

Kamu yang menganggap SKS lebih baik daripada belajar rutin, sesekali harus membandingkan. Cek teman yang lebih pandai, apakah mereka juga menerapkan pola yang sama. Kamu bisa juga sesekali belajar rutin mata kuliah tertentu. 

Perbedaan besar akan terlihat! Belajar satu malam hanya membuat seseorang mengingat sedikit saja. Kata 'sedikit belajar sedikit yang yang lupa' ada benarnya. 

Belajar rutin akan membuat day serap lebih banyak. Ingatan jangka panjang akan membantu dalam mengerjakan soal ujian. 

5. Terbiasa Menunda

Terakhir, dampak negatif sistem belajar yang banyak dianut orang ini akan menjadi kebiasaan buruk jika dilaksanakan terus menerus.

Suatu saat akan terbawa pada kehidupan sehari-hari dan dunia kerja. Semua hal akan kamu remehkan dan mudah sekali menundanya. Tugas ditunda saat deadline menjelang. Begitu pula dengan eksekusi segala langkah untuk menggapai impian.

Kamu tidak mau bukan kebiasaan buruk merusak masa depan? Bekerja dikejar DL akan mempengaruhi produktivitas. Bukan meningkat tetapi justru sebaliknya. 

Bagaimana? Kamu masih belajar dengan sistem kebut semalam atau SKS? Sebaiknya dari sekarang kamu harus menghindari agar tidak menjadi kebiasaan di dunia dan kerja. Yuk, cek banyak artikel pendidikan lain di sini untuk wawasan dan solusi lebih luas!

 

Chat Icon